Batman Begins - Diagonal Resize 2

Selasa, 14 Juni 2016

Penanganan Krisis

Suatu Peristiwa atau masalah dapat ditampikan melalui beberapa media:


  • Internet
  • Media Sosial
  • Satelit Komersial
  • Laporan Investigasi
  • Dan media lainnya

Beberapa hal yang perlu diperhatikan suatu perusahaan, instansi, atau lembaga yang mengalami krisis

  • Penanganan media yang baik dapat membuat suasana pertemanan dengan media
  • Salah menangani dapat menyebabkan media tidak terkendali
  • Perusahaan harus dapat bekerjasama dengan penegak hukum


Langkah Menangani Krisis

1. Petakan potensi krisis

2. Bentuk Tim Emergency Response

3. Rencana Penanggulangan Krisis

  a) Menentukan potensi dan pengelolaan
  b) Menentukan prosedur yang jelas
  c) Penangan media yang dilakukan melalui duta dan jubir
  d) Melakukan langkah-langkah Legal
  e) Penentuan Finance

4. Latihan atau simulasi secara bertahap

Jumat, 03 Juni 2016

Peramalan Krisis II

Berikut adalah hasil peramalan yang ditunjukkan melalui kuadran krisis



Fink membagi kuadran krisis ke dalam empat zona, di mana masing masing skala pengukuran diukur berdasarkan frekuensi (x), dan dampaknya (y) dengan rentang angka 1—10.

Zona Hijau

Kuadran Zona hijau menunjukkan skala dampak dan frekuensi peluang yang rendah karena sama-sama berada pada rentang 0—5 dan tidak menimbulkan dampak yang signifikan. Zona ini disebut zona hijau dan berada pada tahap aman.

Zona Abu-abu

Kuadran Zona Abu-abu menunjukkan skala dampak yang rendah, yakni berada pada rentang 0—5, sedangkan pada peluang terjadinya sangat tinggi yakni pada 5—10.

Zona Kuning

Kuadran Zona Kuning menunjukkan rentang skala dampak yang tinggi berada pada rentang 5—10, namun peluang terjadinya sangat kecil atau jarang terjadi, contohnya seperti krisis yang disebabkan oleh bencana alam.

Zona Merah
Kuadran Zona Merah menunjukkan rentang skala peluang terjadi yang sering dan dampaknya yang tinggi, yakni berada pada rentang 5—10. Krisis ini contohnya adalah kasus Narkoba di Indonesia.

Selasa, 31 Mei 2016

Anatomi Krisis

Anatomi krisis menurut Fink dibagi menjadi empat tahap, yaitu tahap prodromal, tahap akut, tahap kronis, dan tahap resolusi. Berikut di bawah ini penjelasan dari keempat tahap tersebut:




A).       Tahap Prodromal
Tahap prodromal adalah tahap ketika konflik mulai muncul menjadi krisis. Tahap ini biasa disebut dengan warning stage yang merupakan peringatan terhadap bahaya yang harus segera diatasi. Namun, pada tahap prodromal, krisis belum terlihat jelas meskipun terdapat isu-isu yang menyebar. Jarang adanya instansi yang menyadari krisis pada tahap prodromal tetapi ada pula yang menyadarinya hingga diketahui oleh pihak internal instansi kemudian berhasil ditangani. (Handayani & Anom, 2010).
B).       Tahap Akut
Tahap akut adalah tahap ketika krisis sudah terlihat dan disadari oleh pihak internal maupun eksternal instansi. Isu pada tahap ini pun telah banyak beredar di berbagai daerah dan juga di media. Semakin kompleks isu yang beredar, maka semakin besar pula intensitas krisis pada tahap akut. (Handayani & Anom, 2010).
C).       Tahap Kronis
Pada tahap kronis, krisis semakin terlihat dan semakin terpublikasi oleh berbagai media, bahkan korban pun semakin banyak dan krisis rentan untuk dikendalikan. Krisis di tahap ini membutuhkan pihak lain yang handal untuk pemulihan kasus hingga krisis berubah menjadi keadaan yang lebih baik. (Handayani & Anom, 2010).
D).       Tahap Resolusi

Tahap resolusi merupakan tahap pemulihan yang dilakukan oleh instansi untuk mengatasi kasus dan memperbaiki hubungan instansi di mata publik. Pada tahap ini, instansi harus terus berhati-hati karena tidak menutup kemungkinan untuk krisis dapat muncul kembali. Apabila instansi tidak dapat memulihkan krisis dengan tuntas, maka krisis akan kembali ke tahap prodromal yang kemudian harus diatasi kembali dengan baik. (Handayani & Anom, 2010).

Referensi
Handayani, K., & Anom, E. (2010). Peran PR Menerapkan Manajemen Krisis dalam Memulihkan Citra PT.Garuda Indonesia Pasca Kecelakaan Pesawat Boeing G.737/400 di Yogyakarta. Jurnal Komunikologi Volume 7, Nomor 1, Maret 2010.

Kamis, 26 Mei 2016

Jenis-Jenis Krisis

Ada beberapa tipe atau jenis krisis, yaitu
1. Natural disaster
Yakni krisis yang diakibatkan oleh bencana alam, seperti Tsunami, gempa bumi, gunung meletus, banjir dan lain sebagainya. Contohnya dari peristiwa ini adalah bencana Tsunami di Aceh pada 2004.

2. Technological crisis
Krisis yang diakibatkan oleh teknologi atau pengaplikasian teknologi dan sains pada manusia. Krisis ini juga bisa mengakibatkan kerusakan pada lingkungan. Contohnya, adalah kasus Bhopal’s Union Carbide.

3. Confrontation
Krisis yang diakibatkan oleh individu atau kelompok yang melawan bisnis, pemerintah untuk memenangkan tuntutan dan harapan mereka. Contohnya adalah saat demo sopir taksi di Jakarta yang menolak transportasi online.

4.     Malevolance
Krisis yang disebabkan oleh individu yang berlaku criminal dan menggunakan taktik yang ekstrem untuk mengekspresikan permusuhan atau marah terhadap suatu perusahaan, negara, dengan cara merusak untuk mencari keuntungan. Contohnya adalah kasus Unibomber dan aksi teroris.

5.    Organizational misdeeds
Krisis yang terjadi ketika manajemen mengambil tindakan yang diketahui akan merugikan pemangku kepentingan dan bersiko bahaya tanpa pencegahan yang memadai.

6.    Workplace Violance
Krisis terjadi ketika seorang karyawan atau mantan karyawan melakukan kekerasan terhapa karyawan lain atas dasar organisasi.

7.    Rumours
Krisis yang diakibatkan oleh informasi palsu tentang sbeuah organisasi yang produknya menciptakan krisis dan merusak reputasi organisasi. Contohnya adalah kasus SGRC UI, lembaga kajian gender dan LGBT yang bernati nama menjadi SGRC karena keberatan pihak UI dan isunya sensitif

8.    Terrorist attack
Krisis yang disebabkan oleh serangan terror. Contohnya adalah pada tahun 1968-1982, para eksekutif bisnis menjadi target penculikan para teroris. Sebanyak 951 orang dijadikan sandera.

Sabtu, 14 Mei 2016

Peramalan Krisis Bagian I



Krisis dapat diramalkan melalui analisis krisis. Ada dua hal yang perlu ditetapkan dan dianalisis sebelum meramal krisis
a) Frekuensi
b) Dampak

Frekuensi dapat diukur dari seberapa sering masalah atau krisis tersebut terjadi.

Sementara dampak dapat diukur dari beberapa pertanyaan berikut

  • Ketika masalah terjadi mendapat banyak perhatian atau tidak?
  • Ketika masalah terjadi memakan banyak korban atau tidak?
  • Ketika masalah terjadi menarik perhatian media atau tidak?
  • Ketika masalah terjadi pemerintah akan ikut campur atau tidak?
  • Ketika masalah terjadi memengaruhi kegiatan operasional organisasi atau tidak?
  • Ketika masalah terjadi dapat menghancurkan perusahaan, instansi, atau lembaga tersebut tidak?

Jika semua pertanyaan tersebut menghasilkan jawaban ya, maka dampak dari krisis tersebut sangat besar dan sangat memengaruhi kegiatan Operasional lembaga, perusahaan, atau instansi tersebut.

Sabtu, 30 April 2016

Penyebab Krisis

Dalam tulisan sebelumnya telah dibahas apa itu Krisis.

Selanjutnya akan dibahas mengenai penyebab Krisis. Kira-kira apa saja yang dapat menyebabkan Krisis itu?

Secara garis besar penyebab Krisis dapat dibagi menjadi dua, yaitu

1. Faktor Internal

=>Krisis disebabkan oleh elemen atau unsur yang ada di dalam lembaga atau perusahaan. Sebagai Contoh kekurangan financial dari suatu perusahaan, atau adanya demo mogok buruh atau pekerja.

2. Faktor Eksternal

=>Krisis disebabkan oleh suatu yang tidak dikuasai atau dikendalikan oleh perusahaan. sebagai contoh kenaikan atau penurunan harga BBM, perang, atau aksi terorisme.

Senin, 25 April 2016

Apa itu Krisis?

Banyak orang mungkin mengenal atau tahu tentang kata Krisis. Sebenarnya Krisis itu apa?

Krisis adalah suatu peristiwa yang mahabesar dan apabila dapat terlewati tidak mungkin seperti sedia kala situasinya atau tidak akan seperti semula.

Tidak Semua konflik atau masalah bisa disebut sebagai Krisis. Krisis biasanya terjadi secara tiba-tiba atau mendadak, berdampak besar, serta susah diatasi oleh lembaga karena sumber daya yang kurang memadai.

Hanya ada dua pilihan yang dapat diambil untuk melewati Krisis, yaitu


  1. Hancur atau hilang
  2. Berubah atau memperbaiki

Minggu, 06 Desember 2015

Manajemen Media Massa VIII


Analisis Perusahaan
Ada beberapa analisis terhadap suatu perusahaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui kasus atau masalah, perkembangan atau kinerja suatu perusahaan, yaitu
  • Analisis Sirip Ikan
  • SWOT (Strength, Weakness, Threat, dan Oppurtunity)
  • BCG (Boasten Consulting Group)


Analisis Keuangan

Untuk analisis keuangan diperlukan tiga laporan, yaitu
  1. Neraca (Balance Sheet)
  2. Profit and Loss atau Laba Rugi
  3. Cash Flow atau arus kas

Dalam laporan Neraca atau Balance Sheet ada tiga istilah penting, yaitu
  • Aset
  • Utang
  • Modal

Perumusan tiga istilah tersebut adalah
Aset = Utang + Modal

Aset terbagi menjadi tiga jenis, yaitu
Aset Lancar, contohnya kas, perlengkapan
Aset Tetap, contohnya peralatan, gedung, tanah
Aset Intangible, contoh royalti, sertifikat


Utang terbagi menjadi dua jenis, yaitu
Utang lancar (Jangka Pendek) = utang yang harus segera dibayar
Utang tidak lancar (Jangka Panjang) = utang dalam jangka panjang


Modal berasal dari pemilik modal atau pemegang saham

Retained Earnings adalah untung yang disimpan atau ditahan dan dimiliki oleh pemilik saham

Sabtu, 21 November 2015

Manajemen Media Massa VII


Redaksi

Di dalam redaksi dilakukan analisis kasus yang mempertimbangkan beberapa segi, seperti

  • Dari segi tindakan, bagian redaksi menentukan tindakan yang dapat menyelesaikan masalah dengan pertimbangan efisiensi (sedikit namun bermanfaat banyak) dan efektivitas (memberikan efek yang besar).
  • Dari segi waktu, bagian redaksi tentu mempertimbangkan masalah deathline.
  • Dari segi biaya, bagian redaksi mempertimbangkan ada atau tidaknya biaya
  • Dari segi Sumber Daya Manusia, bagian redaksi juga mempertimbangkan mengenai kualitas dan kuantitas dari tenaga kerja untuk melakukan suatu tindakan.
  • Dari segi saingan, bagian redaksi juga mempertimbangkan prediksi tindakan yang akan dilakukan oleh saingan mereka agar tidak bertabrakan.

Senin, 16 November 2015

Manajemen Media Massa VI


Karya Ilmiah
BAB 1 Latar Belakang atau  mengandung informasi tentang:
  •   Sejarah
  •   Informasi seputar topik
  •   Alasan pemilihan topik
  •   Maksud dan Tujuan (alasan ilmiah dan dilakukan kroscek ulang tentang topik)
  •   Hipotesis

BAB II Tinjauan Pustaka mengandung uraian ilmiah yang ingin dibahas, seperti
  • Pengertian Pemberitaan
  • Redaksi
  • Teori
  • Metodologi (Uraian metode yang digunakan)
  •  Pemasaran

BAB III Hasil Penelitian atau Produk yang dikembangkan. Dalam bab ini membahas tentang
  • Hasil temuan atau penjelasan produk yang dikembangkan
  •  Metode
  • Struktur
  •  Badan Usaha

BAB IV Pembahasan membahas mengenai perhitungan (jika kuantitatif) dan temuan dari BAB III seperti
  • Analisis keuangan
  •  Analisis perhitungan

BAB V Kesimpulan, pada BAB IV dan V membahas mengenai Business Plan
BAB VI Daftar Pustaka

BAB VII Lampiran

Kamis, 24 September 2015

Manajemen Media Massa V

5th

Bagian pemasaran perusahaan media massa terdiri dari beberapa bagian, yaitu sirkulasi (yang diutamakan adalah nilai beritanya dan bahasa), iklan (yang diutamakan adalah pembagian segmen, demografi, rating and share, regulasi, kode etik, pemodal atau orang yang ingin mengiklankan produk atau jasanya.), dan intelektual (yang diperhatikan adalah tingkat selektifitas, editor yang kuat, syarat ketat dan jelas, dan falsifikasi).

Ada beberapa nilai berita yang diutamakan, yaitu akurasi, kelengkapan, up to date, berimbang (kesetaraan), independen, dan cover both side (belum tentu berimbang).

Falsifikasi adalah istilah menjelaskan dan menyangkal penemuan sebelumnya.

Ada lima pertimbangan dasar untuk pemasaran, yaitu
1. Mutu produk (mulai dari konten, bahan, kejelasan tampilan audio maupun visualnya).
2. Harga dan manfaat produk.
3. Saingan atau subtitusi dari produk.
4. Survey kebutuhan pasar.
5. Tingkat ekonomi konsumen.

Manajemen Media Massa IV

4th

Pada perusahaan media terutama televise terdapat bagian teknik yang mencakup beberapa bagian, yaitu siaran radio, liputan (mencakup peralatan dan orang-orang yang terlibat dalam liputan), dan siaran langsung.

Dalam bagian teknik ada yang disebut sebagai ruang master control yang di dalamnya ada camera set, lightning set, audio set, program director, producer, pemancar, character generator, dan teleproter. Producer di ruang master control bertanggung jawab atas penayangan konten, sedangkan program director bertanggung jawab atas penyelenggaraan siaran dan juga mengatur lightning man dan orang-orang teknik lainnya. Selain itu, dalam penyiaran dikenal juga istilah cromaki, yaitu layar yang digunakan untuk membuat tampilan secara virtual biasanya menggunakan layar berwarna hijau.

Dalam perusahaan pertelevisian juga ada bagian produksi yang mencakup dan mengatur tentang perfilman, kuis, dan siaran langsung (cameramen disini bertugas sebagai orang teknik). Saat siaran langsung ada proses siaran, yaitu melalui cameraman---ke pemancar--- ke master control--- ke mobile. Untuk bagian lainnya dari audio dan lightning--- ke vider caset--- ke alat pemancar. Lalu saat siaran presenter maka melalui---parabola--- ke alat edit. Ada juga alat yang disebut outdoor broadcast van.

Untuk siaran di studio berada di bawah komando program director. Saat siaran di studio, cameraman menjadi orang redaksi. Dari semua bagian media massa, menjadi seorang reporter adalah hal paling susah karena ketika salah ketik maka harus mempertanggungjawabkan ke redaktur dan atasannya banyak.

Dalam pertelevisian, direktur produksi adalah bagian paling berkuasa. Dalam bagian produksi bagian marketing dan promosi menjadi satu bagian. Selain itu, bagian produksi mencakup bagian programming, film dan sinetron, dan produksi.

Bagian programming bertugas untuk riset dan menyusun urutan program atau rundown dan mengatur rating televise agar unggul. Bagian film dan sinetron bertugas untuk mengakuisisi film (dalam jangka waktu tertentu dan mencakup hak copy dan hak siar dari rumah produksi infotaiment). Bagian produksi bertugas untuk siaran produksi sendiri (contoh Inbox, Dahsyat, dll). Pada jam tertentu televise menyiarkan program berita, yaitu pada jam 6 pagi, 12 siang, dan jam 6 sore.
Rating dan share ditentukan oleh konten yang bagus dan teknik yang bagus juga.

Ada bagian penting dalam perusahaan yang perlu dibahas, yaitu Finance dan Accounting. Bagian Finance bertugas untuk mengolah uang masuk dan keluar, sedangkan bagian accounting bertugas untuk mencatat uang masuk dan keluar.


Pada perkembangan saat ini mulai berlaku satu wartawan dan satu pemberitaan dapat di tayangkan ke banyak media tetapi gaji wartawan tetap sama.

Minggu, 13 September 2015

Manajemen Media Massa III


3rd

Berikut adalah gambar dari Roda Pengambilan Keputusan


Ada beberapa langkah dalam proses pengambilan keputusan seperti yang digambarkan dalam Roda Pengambilan Keputusan, yaitu:


  1. Menetapkan Target Perusahaan
  2. Mencari Langkah Alternatif
  3. Memilih Alternatif
  4. Implementasi atau Penerapan
  5. Evaluasi
  6. Muncul Masalah
Dalam proses penentuan target perusahaan menentukan target yang akan dicapai dan mengumpulkan data yang berasal dari internal maupun eksternal. Data-data tersebut juga dapat digunakan untuk menentukan target yang memungkinkan bagi perusahaan tersebut.

Selanjutnya setelah menentukan target maka ditentukan pula alternatif untuk mencapai target tersebut. Alternatif yang ditentukan pun juga harus melihat mempertimbangkan data yang sudah dikumpulkan.

Ketika sudah ditentukan langkah-langkah alternatif yang ditentukan maka melihat pada data yang dikumpulkan digunakan untuk menentukan langkah alternatif yang tepat. Setelah ditentukan tentunya akan dilaksanakan oleh perusahaan tersebut. Setelah dilaksanakan maka akan dikumpulkan kembali data-data dari internal maupun eksternal sebagai bahan evaluasi. Dari evaluasi tersebut maka akan muncul masalah yang harus diselesaikan oleh perusahaan agar bisa menjadi lebih baik.

Pengambilan keputusan dalam suatu sistem akan terasa sangat kompleks dan berproses cukup panjang. Pengambilan keputusan melihat pertimbangan "if...then...". Selain itu, ada pula pengambilan keputusan yang berprogram yang akan diinput dahulu dan akan langsung ada atau muncul hasilnya

Dalam menentukan keputusan maka ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan, yaitu Sumber Daya Manusia (Internal), modal, dampak, alokasi waktu, alokasi perhatian, keterbatasan, permasalahan pribadi maupun kelompok, dan tujuan maupun target perusahaan.
Ada pula pertimbangan lainnya, yaitu resiko, ketidakpastian, dan peluang dalam pengambilan keputusan. Selain itu, ada juga pertimbangan mengenai benefit dan cost teutama ketika penentuan untuk memperbanyak SDM maupun meningkatkan kualitias internal.


 Ada pun struktur organisasi perusahaan media, sebagai berikut:

Kenaikan tiras pada suatu surat kabar belum tentu memberikan keuntungan bagi perusahaan surat kabar tersebut tetapi bisa juga menjadi kerugian karena harga iklan tetap sama, sehingga pendapatan iklan tetap namun biaya untuk biaya cetak menjadi semakin besar. Terkadang ada reporter yang sudah senior di suatu redaksi surat kabar gajinya bisa menyamai atau melebihi gaji redaktur pelaksana.

Bagian yang paling penting dari media cetak adalah bagian redaksi sedangkan media elektronik yang memegang peran penting adalah bagian teknik.

Dalam manajemen media dikenal istilah spend of control untuk menunjukkan jumlah orang dibawah satu pimpinan. Semakin banyak orang berada dalam pimpinan satu orang maka semakin lemah birokrasinya atau kontrolnya terutama dalam pengambilan keputusan menjadi terhambat karena otoritas jauh menjadi lebih rendah. Jika dilihat secara vertical maka semakin panjang atau tinggi maka akan semakin birokratis dalam susunan organisasi. Jika dilihat secara horizontal semakin banyak maka semakin lemah kontrolnya. Kontrol pada ruang redaksi (newsroom) jauh lebih tidak birokratis (otoritas jauh lebih longgar). Kontrol pada bagian perusahaan jauh lebih birokratis.



Manajemen Media Massa II

2nd

Dalam Manajemen Media Massa selalu ada pertimbangan-pertimbangan tertentu. Adapun beberapa tugas dari manajer, yaitu:
Memanage atau mengatur kegiatan di media massa
Merencanakan kegiatan di media massa
Membuat keputusan

Dalam hal ini  manajer dapat mengambil risiko tetapi yang akan menanggung segala risiko tersebut adalah pemilik modal.

Dalam setiap pertimbangan yang dilakukan terlebih dahulu adalah membuat keputusan baru setelah itu membuat rencana. Dalam membuat rencana ada beberapa pertimbangan, antara lain ada masalah waktu, alur, tempat, anggaran, dan rencana tersebut harus dinyatakan atau diungkapkan agar bisa menjadi rencana yang matang.

Selain itu, dalam menyusun rencana tentu harus menyesuaikan dengan visi, misi, tujuan, maksud, dan target atau goal dari perusahan media tersebut. Berikut penjelasannya:
Visi adalah cita-cita luhur atau kondisi ideal yang diinginkan perusahaan
Misi adalah penerjamahan dari visi dalam tindakan nyata
Tujuan adalah sesuatu yang harus dicapai oleh perusahaan
Maksud adalah sesuatu yang belum tentu tercapai setelah tujuan perusahaan tercapai
Target atau goal adalah tolak ukur atau kriteria (parameter) yang diberikan pada tujuan perusahaan

Suatu perusahaan yang ingin mencapai misi, visi, tujuan, maksud, dan target atau goal perusahaan tersebut harus memiliki rencana yang strategis.

Rencana strategis adalah rencana yang bila diubah maka akan menimbulkan dampak besar bagi perusahaan terutama masalah biaya atau anggaran. Rencana strategis memerlukan waktu, tempat, dan biaya yang harus diperbarui menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Selain itu, rencana strategis juga memerlukan teknologi dan organisasi itu sendiri yang mencakup sumber daya manusianya. Rencana strategis dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
Rencana jangka pendek
Rencana jangka menengah
Rencana jangka panjang
Namun, dalam setiap rencana strategis selalu ada hambatannya. Untuk menghindari hambatan tersebut maka diperlukan taktik atau manufer.

Tanggal 31 Agustus 2015

Manajemen Media Massa I

1st

Manajemen Media Massa adalah salah satu ilmu yang mempelajari cara mengatur maupun mengelola orang-orang (wartawan) di media massa.

Manajemen yang dimaksud dapat berupa
Manajemen Redaksi
Manajemen Marketing (Pemasaran)
Manajemen News Room (Wartawan)
Mengatur HRD
Memikirkan Profit dan Benefit

Profit dan Benefit tentu adalah dua hal yang berbeda. Untuk benefit adalah keuntungan yang didapat dalam bentuk non materi (bukan uang), sedangkan profit adalah keuntungan yang didapat dalam bentuk materi (uang).

Dalam dunia media massa, manajemen pemasaran atau marketing dilakukan dengan mengatur iklan-iklan yang masuk ke media massa.

Media massa harus bisa menyajikan konten-konten yang menarik bagi para pemirsa. Konten yang disediakan juga tidak hanya sekedar menarik tetapi juga harus mematuhi norma-norma yang berlaku dan harus dipatuhi. Namun, konten yang sudah benar dan bagus sesuai dengan norma belum tentu menarik dan masyarakat belum tentu mau untuk menyaksikannya.

Ada berbagai macam media massa, di antaranya:
Penyiaran Radio
Penyiaran Televisi
Surat Kabar
Majalah
Film
Production House
Periklanan
Dan lain sebagainya

Tanggal 24 Agustus 2015